Antara 2 hati dan mimpi (part 2)
Deg ! hati caca seperti di hantam batu yang sangat keras, memilukan, perih, kenapa harus seberat ini beban yang fatma tanggung . caca tak mau melanjutkan pertanyaan mengenai orang tua fatma ia tau itu hanya akan membuat fatma sedih Sepanjang jalan caca memperhatikan indahnya nikmat yang telah Allah berikan ini dan sudah seharusnya untuk di syukuri, ada yang sudah tidak punya kaki tapi tetap berusaha dengan berjualan Koran dan hanya duduk di bibir jalan di lampu merah dengan kopiah putih di kepalanya, kakek itu terlihat sudah lelah tapi tetap saja tak terlalu terlihat raut2 kepayahan itu dari wajahnya, suara kendaraan yang menyatu di udara seolah membentuk irama music tersendiri, nyanyian anak jalanan dengan petikan gitar dan suara botol2 aqua yang di isi dengan batu serasa enak mereka nyanyikan, rasanya mereka memiliki bakat membuat suatu kreatifitas, lampu merah ini terasa lama kali ini, pandangannya terhenti oleh sesosok tubuh mungil yang menangis d...