Antara 2 hati dan mimpi (part 1)



Caca, remaja solihah yang cantik,cerdas, berbakat dan santun,
Serta yang tak kalah penting adalah rasa peka dan pedulinya dengan kehidupan disekelilingnya, yang membuat dirinya seolah sempurna.
Semua yang ia miliki lantas tak pernah membuatnya
Sombong dan membanggakan diri, justru dia mudah membaur dengan semua kawan2nya
 sehingga kawan2 disekelilingnya tak pernah merasa
Minder untuk berteman dengannya.
Ia memiliki mimpi besar bersama sahabatnya, mimpi yang akan
Mereka gapai bersama
tapi
ketika hatinya terjebak oleh 2 cinta yang mana ia sama-sama tak ingin menyakiti hati keduanya
akankah ia memilih salah satunya atau melupakan keduanya dan meneruskan mimpinya bersama sahabatnya ?
tak bisakah ia memilih lantas mendapatkan juga mimpinya ?
akankah ada akhir yang bahagia untuknya





(Antara 2 hati dan mimpi)



karna ada saatnya mentari tak begitu cerah seperti biasanya, ketahuilah itu 
bukan inginnya tapi ada sesuatu yang menutupinya,
awan.
                                                                                                                     

heninganya pagi dengan nuansa damai, menungu secercah sinar mentari, tumbuh2an yang menanti sang mega menampakkan diri seolah memanggil2 untuk segera keluar dari singgahsananya,gadis berparas cantik dengan mata yang indah berwarna kecoklatan satu paket dengan hidungnya yang mancung dan bibirnya yang ranum, ruas2 wajahnya seolah selalu melukiskan senyum di wajah mungil itu, ia Memandang keluar dari balik daun jendela kamarnya menatap taman kecil milik keluarga itu disaat pagi menjelang menjadi kebahagiaan tersendiri untuknya, baru saja ditutupnya mushaf itu setelah selesai membacanya melantunkan firmannya dengan suara yang merupakan anugrah dari sang maha cinta salah satu anugrah yang tidak bisa tidak untuk di syukurinya, bagaimana tidak dengan suara itu ia bahkan sempat menjadi perwakilan provinsinya untuk maju ke tingkat nasional MTQ cabang lomba tilawah remaja putri dan berhasil mendapat juara 2 dalam lomba tersebut, ada sedikit kecewa terbersit dalam hatinya tapi ia tetap  bersyukur ia sadar mungkin dia harus memperbanyak latihan jika ingin maju sampai ke tingkat internasional, nikmatnya bukan hanya itu ia juga tidak mengerti seperti ada rasa bahagia, tenang, damai tersendiri dalam hatinya setiap selesai ia membacanya memahami makna dari setiap kata semakin menyadarkanya betapa kecilnya diri ini di banding dengan kuasanya hal itu yang selalu memotivasinya untuk tidak sombong dengan anugrah apa yang telah Allah berikan padanya, ini pun menjadi kebiasaan yang menular pada adiknya, dia dan adiknya memang suka berlomba-lomba untuk sesegera mungkin mengkhatamkan al quran karna ibu akan memasak makanan kesukaan mereka disaat mereka mengkhatamkannya ia yakin itu adalah cara tersendiri bagi ibu untuk menyemangati mereka untuk giat membaca al quran, dan tanpa disadari itu seakan menjadi suatu kebutuhan bagi mereka jika sehari saja  tidak membacanya seakan ada yang kurang dan membuat kegelisahan tersendiri pada diri mereka.

Caca begitulah biasanya ia di panggil nama lengkapnya  alesha zahra , adiknya ima lengkapnya siti Fatimah, dirumah ini mereka tinggal berempat. Ayahnya adalah seorang karyawan disebuah perusahaan,  ibunya adalah ibu rumah tangga yang membuka usaha kecil2an dirumah, sebelumnya ibu adalah seorang guru tapi setelah caca lahir ibu memutuskan untuk berhenti mengajar karna ia hanya ingin berada dirumah merawat dan mendidik anak2nya sendiri dengan tangan nya karna ibu percaya seorang ibu adalah madrasah pertama untuk anak2nya .
“Caca….“ ibu menghentikan lamunannya sambil melangkah masuk kedalam kamar
“ iya bu ? “
“ sudah selesai mengajinya sayang ? “ sambil tersenyum, dengan senyuman yang  akan slalu  dirindukan bahkan disetiap saat rasanya ingin slalu melihat senyum itu
“sudah bu. “
Ibu lalu duduk di sisi tempat tidur lalu caca pun mendekatinya dan berbaring di pangkuan ibu seperti kebiasaannya.
“Caca ,apa caca sudah memutuskan akan kuliah dimana ? pertimbangkan apa yang ibu sampaikan semalam ya sayang, bukannya ibu tidak percaya caca bisa menjaga diri, tapi ibu khawatir nak kalau caca harus kuliah diluar kota lagi pula kita tidak ada saudara disana“ sambil tangannya yang lembut itu menyeka helai rambutnya dengan penuh kelembutan
caca lalu duduk dan membalas senyum ibu dengan senyum termanisnya berusaha menghilangkan raut kekhawatiran di wajah ibu .
“sedang caca fikirkan bu, insyaAllah caca akan istikhoroh dulu bu memantapkan hati caca semoga caca tidak salah pilih bu lagian masih 2 tahun lagi kok bu caca juga baru naik kelas 2“
“yaa untuk persiapan sayang kan gak ada salahnya kita persiapkan dari sekarang. Eh ngomong2 Alhamdulillah anak ibu sudah besar yaa ..ibu yakin sudah bisa menentukan keputusan yang terbaik “sambil mencubit lembut pipi caca
“iiiiihhh.. ibu (dengan muka manja khas nya) iyaa dong masak kecil terus kan setiap hari dikasih makan , tumbuhan aja setiap hari disiram tumbuh besar ibuuku sayang “
“iyaiya anak ibu yang satu ini paling pinter kalo ngeles, yaudah deh ibu percaya caca bisa kok mengambil keputusan yang tepat“ sambil memegang tangan anaknya yang sudah beranjak remaja itu, serasa ada raut kesedihan bercampur bahagia diwajah itu sedih karna bangga anaknya tumbuh menjadi gadis yang cantik, cerdas, santun dan solihah.
“aduh aduh pagi2 gini ada drama apa dikamar kakak, yah ima telat ya ? udah episode berapa kak? “
imaaa memang selalu begitu, adiknya yang gila korea  satu ini memang kadang cerewet, eh bukan kadang deh sering kayaknya lebih tepat dan juga ceplas ceplos banget, 80% yang dia katakan itu adalah lebih dulu ngomonnya dari pada mikirnya tapi biar bagaimanapun dia tetap lah ima adik kesayangannya
“imaaa…. suka banget deh langsug masuk kamar kakak, ketuk pintu dulu dong baru salam trus kalo kakak udh suruh masuk baru masuk“caca memotong ocehan adiknya yang bisabisa ngalahin reporter bola
“aduh kelamaan deh kak, ima udah laper ni, dari tadi ima tungguin juga dibawah tapi gak nongol2 ibu juga ima cariin eh rupanya lagi disini, ngomongin apa sih kak ? bu ? ima yaa ? aduh kalau Cuma mau ngomongin ima gak harus diem2 gini kali kak“katanya sambil menunjukkan senyum pedenya
“oh anak ibu udah kelaperan yaa ?( berjalan mendekati caca yang dari tadi berdiri didepan pintu sseperti peminta sumbangan) yaudah yuk yuk kita turun kita makan yaa…“
“yeeee pede banget sii siapa juga yang ngomongin kamu, yaudah yuk caca juga udah laper ni bu tapi caca beresin ini dulu ya bu, ibu sama ima duluan aja“ sambil melipat mukena dan bergerak menuju tempat tidur untuk membereskannya  .
“hahaha kirain loooh kakakku yang cantik, yaudah deh kita tunggu di bawah ya kak, cepetan ya kak“ sambil menggandeng tangan ibu
Ibupun mengikutinya dan hanya tersenyum melihat tingkah ima yang sepertinya sudah kelaparan.
caca kembali memikirkan pembicaraannya dengan ibu tadi, padahal lulusnya masih lama sih tapi semalam karna ayah bertanya jadi caca menjawab begitu kalau ia ingin kuliah keluar kota bersama kiki,  caca bersekolah di salah satu madrasah Aliyah atau biasa dikenal SMA , orang tua mereka memang menyekolahkan anak2nya disekolah yang memiliki background agama yang kuat, adiknya ima bersekolah di salah satu madrasah negri tsanawiyah disini yaa tanjung pinang itulah kota tempat tinggal mereka sekarang, ibu kota provinsi kepri yang sangat kental dengan ranah melayu dan adatnya yang luar biasa, baru kurang lebih 2 tahun mereka pindah kesana karna ayahnya harus dipindah tugaskan dari jakrta kota yang bisa dibilang tak pernah ada celah untuk ruas2 jalan kota nya kecuali weekend, sangat berbeda dengan tanjung pinang . Aku ingin melanjutkan kuliah diluar kota ini tapi ibu… ya seperti yang dikatakannya tadi.  Hhhh .. dan caca memang harus mengambil keputusan yang tepat.
Setelah selesai caca bergegas turun ke bawah tak tahan jika lebih lama karna pasti harus mendengar ocehan adik kesayangannya itu, hari ini hari libur setelah makan mereka sudah punya jadwal pekerjaan rumah masing2 dengan ima,caca sudah membagi tugas, pokoknya di hari libur ibu hanya memasak di pagi hari sisanya caca dan ima yang akan menyelesaikannya, begitulah cara mereka membuat ibu, wanita kesayangan mereka itu menjadi ratu yaa walau hanya satu hari siih, tapi mereka senang melakukannya makanya kalo lagi libur sekolah yang berminggu-minggu ibu kadang2 suka gak tega dan ikut juga mengerjakan apa yang mereke kerjakan kata ibu kalau ibu hanya diam2 saja begitu bisa2 berat badan ibuu malah terus nambah yaaa akhirnya mereka mengerjakannya bersama.
 . . .
Libur pun selesai hari ini hari senin, selesai sarapan mereka langsung bergegas menuju tujuan masing2, ya ayah akan pergi ke kantor, caca dan adiknya akan pergi sekolah dan ibu akan kembali sendiri di rumah melakukan kegiatan2 yang menurut ibu bukannya melelahkan tapi malah menyenangkan yaitu pekerjaan ibu rumah tangga, kadang caca dan ima juga gak habis fikir gimana ibu bisa bilang itu menyenangkan padahal waktu mereka yang melakukannya aduuuh capek banget, tapi ya itulah ibu sosok yang selalu mereka banggakann, wanita yang kuat dan penyayang, gak jauh beda dengan ayah meskipun harus bekerja dan kadang2 juga mendapat jam lembur dan pulang bahkan disaat dirinya dan ima udah berlayar di mimpi mereka masing2 , yaa caca dan ima saja karna ibu akan dengan setia menunggu suami tercintanya itu pulang, aduuuh so sweet banget yaa.
“ hati hati bawa motornya ya sayang“kata ayah pada caca disaat mereka berpamitan pergi dan mencium tangannya, tangan yang selalu bekerja keras membanting tulang untuk mereka, memberikan yang terbaik untuk keluarganya
“siap bos“ jawab caca sambil memberi hormat seperti penghormatan bendera yang akan mereka laksanakan nanti
“kamu ini .. “ kata ayah sambil tertawa kecil dan mengelus kepalanya
“imaa, ima juga hati2 ya nanti pulangnya“kata ayah pada ima, karna caca hanya bisa mengantarnya pergi sekolah sementara pulangnya dia akan pulang dengan sahabat kesayangannya fia karna jam pulang mereka berbeda.
“oke yah, percayakan lah itu semua pada anakmu yang imut ini“ katanya yang membuat ayah tak bisa untuk tidak mencubit pipinya kali ini.
“okelah ayah percayakan itu semua pada anak2 ayah yang cantik2 dan imut2 ini“
“eh eh udah2 ntar pada telat looh“perkataan ibu kembali menyadarkan mereka bahwa ini hari senin, ya ampun untung aja ibunya mengingatkan.
merekapun bergegas pergi. 
. . .
Setelah mengantar ima ke sekolahya cacapun langsung menuju sekolahnya yang jaraknya tak terlalu jauh dari sekolah adiknya .
. . .
Hampir saja caca tak mendapat tempat parkir tapi untunglah sahabatnya tersayang kiki yang cukup cerewet dan gak kalah bawelnya dengan ima sudah bertengger di sana.
“caa…“ sambil melambaikan tangannya, “aduuuh lama banget sih udah mirip tukang parkir ni aku dari tadi ngejagain satu tempat ni biar motor kesayangan kamu itu ada tempatnya“
Tu kan bener pagi2 gini aja udah ada siaran langsung.
“aduh kiki kamu emg best deh, tapi ntar aja ya introgasinya, ntar kita bisa telat, mending kamu simpan aja daftar pertanyaanmu itu ntar pas selesai upacara boleh kamu tanyain deh“ sambarnya langsung memotong pembicaraan kiki sambil memarkirkan motor.
“kamu tu ya ca slalu aja pande cari alasan, yaudah deh yuk“ langsung menarik tangan caca
“eh ca itu kan kk jaka“ katanya sambil mengarahkan pandangannya ke arah kk jaka
“ya teruuuss ?... “ sambar caca cepat sambil menacari sesuatu di tasnya memastikan bahwa tugas yang dikerjakannya semalam tidak ketinggalan
“keren ya ca udah soleh, jaga pandangan , pinter lagi , aduuh mungkin gak ya ca.. “
“aduh udah deh ki masih pagi gak usah ngomongin cowok ah, ganti topik“ucapnya santai dan merasa lega karna tugas itu tidak ketinggalan
“iyaa deh ustazah.. “ balas kiki kesal dengan wajah yang di manyun2in

kiki memang suka memnggilnya begitu bahkan bukan Cuma dia hampir seluruh kawan2nya, yaa alasannya karna menurut mereka caca lebih banyak paham tentang materi keagamaan dibanding yang lain sebenarnya bukan hanya materi keagamaan saja tapi hampir seluruh mata pelajaran, itu yang membuat mereka sering meminta bantuan kepada caca jika ada soal yang mereka belum pahami, sebisa mungkin caca akan membantu karna seperti yang dikatakan oleh ayah dan ibunya ketika menasehati caca dan ima nak kita hidup ini untuk mencari ridhonnya Allah jadi yang penting Allah ridho atas apa yang kita lakukan toh menolong sesama juga bukan suatu bentuk tindak kejahatan yang harus dibayar dengan sanksi kan?, selain itu kapandaiannya dalam membaca Al quran, caca juga aktif di organisasi2 dakwah, memang kemarin caca terpilih menjadi ketua rohis tahun ajaran ini untuk tingkat kelas XI karna rohis di sekolahnya ada di setip kelas tapi di bawah naungan satu kepemimpinan rohis pusat yang membawahi seluruh rohis angkatan, dan ketuanya kk jaka.

Kk jaka yaa seprti yang kiki jelaskan, cowok yang cukup populer disekolah ini sudah kurang lebih satu tahun kiki memujinya padahal kiki sendiri juga udah punya seseorang yang di suka yaa memang bukan di sekolah ini sih tapi di Negara dengan icon singa mereka bertemu ketika  liburan makanya kiki sangat senang saat liburan tiba karna keluarga mereka akan mengunjungi sanak saudara yang ada di singapura. kiki berharap bisa menjodohkan kk jaka dengan caca tapi yaa gitu caca yang tidak terlalu merespon apa yang ia katakan membuatnya slalu kesal tapi tak pernah putus asa .

“eh ca kamu mau kemana“ memberhentikan lamunan caca
“haaa eeeh itu.. “katanya bingung
“yaa ampun caca kita kan udah kelas XI loh kamu masih mau masuk ke kelas X ? “
“yaelah ki namnya juga lupa, lagian juga baru 1 mingu kita naik kelas “
“hahahaha cacaa mukamu imut banget sih kalo lagi gitu, ayoo mikirin apaan, kk jaka ya ? “ kesempatannya mengeledek caca
“iih apaan sih“ mukaku memerah, sambil berlari karna malu dan tak mau menampakkannya di depan kiki karna dia pasti akan terus tertawa, aduuuuh
“hahah tu kan mukanya merah, hati2 ca nabrak tiang ntar  
pagi2 dah bikin malu diri sendiri
. . .
Upacara berjalan dengan khidmatnya sekolah ini cukup ramai dan luas ini termasuk Madrasah Aliyah unggulan di kota tanjung pinang, kelas X ada 8 kelas angkatan caca sendiri ada 9 kelas dan kelas XII ada 7 kelas.
Selesai upacara mereka langsung dibubarkan dan memasuki kelas masing-masing .

. . .
Hari ini cukup melelahkan bel panjang berbunyi tanda pelajaran hari ini berakhir, akhirnya caca bisa menarik nafas, setelah tadi ada debat panas di kelasnya, gimana gak panas tema yang di angkat oleh pak zain guru fiqih mereka adalah poligami, mereka kemudian di beri kesempatan untuk memberikan argumentasi masing2, tentu saja caca dan teman2 akhwat yang lain gak setuju bahkan sangat sangat tidak, tapi hal itu berbanding terbalik dengan ikhwan yang justru mendukung sepenuhnya akan kebolehan poligami. Membahas mengenai poligami memang gak akan buat tenang kalo ada ikhwannya ya udah pastilah mereka setuju.
Untung saja bel yang sudah di tunggu oleh caca bak dewi penyelamatnya berbunyi.

“boleh juga argumentmu ca. “ kejut dika temen sekelas caca yang langsung menyambar seperti kilat di koridor sekolah saat menuju tempat parkr, dia meraih juara 2 semester genap lalu, dan Alhamdulillah caca masih bisa mempertahankan peringkatnya  di juara 1 dan umum tahun ini.
“eh kamu dik, argument kamu juga bagus kok“
“haha walaupun bagus tetep aja kamu gak setuju kan ? “
“ya iyalah siapa sih yang mau di madu dika mahendara“
“yaudah deh aku gak bakal maduin kamu kok ca, janji deh“
“ih apaan sih dik, bilang tu sama calon istrimu  ngapain bilang sama aku“
“ah kamu ca kan calon istri aku kamu “ katanya sambil tertawa dan setengah berlari menuju teman2nya yang kelihatannya udah dari tadi menunggu.
“dikaa gak lucu“setengeh berteriak karna dika yang sudah keburu lari

caca dan dika sering dikatakan pasangan yang serasi di kelas bahkan bukan Cuma oleh temen2 kelas, guru yang masuk pun pernah mengatakan demikian tak terkecuali pak zain karna keaktifan kami di kelas, bahkan tahun lalu kami mewakili sekolah kami mengikuti MTQ antar sekolah sederajat di tingkat kabupaten dan Alhamdulillah berhasil menyambar juara 1 di cabang Tilawah remaja putri dan Khot naskah remaja putra, hmm . . . padahal kami gak pernah ada hubungan apa2 juga, hehhh

“alesha zahraa…
Dari suaranya caca tau jelas itu suara kiki yang pasti akan mengomelinya karna  meninggalkannya tadi di kelas.
          1 2 3 caca berhitung dalam hati
          cacaa kamu tu gimana sih kan aku bilang tunggu bentar, bentar doang kok eh malah ditinggallin, aku tu tadi mau ngejelasin sama si reza biar lain kali kalo ngomong tu pake mikir dan gak seenaknya aja asal keluar dari mulutnya

tuh kan bener dia akan terus ngomel kalo gak di berhentiin kayak mobil kalo gak di rem, kiki masih kesel dengan hasil debat tadi anehnya dia paling kesel sama reza yaa reza emang bisa dibilang sering buat ngejailin kiki.
          “aduuh ki siapa bilang sih aku gak nungguin kamu, aku tu udah nunggu kamu lebih dari 5 menit, aku panggil2 tapi keliatannya kamu masih gak mau pisah tu dari reza“ucapnya sambil sedikit membuat kiki kesel
          “apaan si ca siapa juga yang gak mau pisah dari makhluk astral itu, idih amit2“
          “hush gak boleh gitu ah ntar naksir“sambil berlari kecil menuju motornya,meninggalkan kiki sebelum dia melanjutkan celotehannya

          “Assalamualaikum, maaf alesha bukan ? “
Terdengar suara yang menghentikan langkahnya
          “waalaikumussalam, iya“ baru saja ia balikkan badannya dan tak pernah terfikir ternyata sosok cukup tinggi dengan senyum yang sulit di jelaskan tapi tentram terasa, ya Allah sejuk ya begitu sejuk senyum itu. Astaghfirullah caca apa yang kamu lihat bisiknya dalam hati, langsung kembali menarik pandangannya dari wajah yang ada dihadapannya.
          “eh iya kak, ada apa ya kak ? “
          “jadi gini, kamu ketua rohis angktan XI kan? “ dengan wajah bertnya2 dan senyum yang masih lekat di ruas wajah itu.
          “iya kak, “ sambil menerka jawaban kk raka dalam hatinya
          “besok jam 10 kita ada pertemuan pertama di semester ini, yaa bisa dibilang taaruf anggota baru, tenang aja untuk organisasi kita sudah mendapat izin untuk tidak mengikuti jam pelajaran di jam 10 sampai jam 11, karna kita juga akan membahas kegiatan apa yang akan kita lakukan untuk memriahkan tahun baru islam “ katanya menjelaskan dan tetap saja dia hanya sesekali menatap caca yang berparas cantik itu dengan senyum yang selalu membuatnya terlihat menawan, karnaa ya gitu dia sangat menjaga pandangannya
          “oh gitu iya deh kak insyaAllah “ jawab caca gugup
          “oke kalau gitu saya duluan ya Assalamualaikum“
          “oh iya kak Waalaikumussalam“
Baru saja kk jaka akan membalikkan badannya
          “oh iya hampir lupa, saya boleh minta pin bb kamu ? “
What ? pin bb? Kak jaka minta pin bbku ? yaa ampuun mimpi apa aku semalam, ternyata usaha kiki dalam rangka menjodohkanku dengan kk jaka bener2 gak sia2 yaa walaupun kak jaka belum tau sih kalo si kiki benar2 ingin menjodohkan kami yaelah kami hehe, kk jaka berhasil membuatku deg2an, entah dengan alasan apa akupun masih bingung.
          “eheem .. kamu kenapa ? “ kak jaka menyadarkan caca dari dunia khayalnya
          “aah eem itu kak, pi….n bb ya kak aduuh gimana ya kak, eem kakak gak salah ? “ kata caca dengan suara yang cukup terbata-bata
          “salah ? emang apanya yang salah, aku minta pin bb kamu biar bisa undang kamu di group bbm rohis sekolah kita yang khusus untk pengurus tadi saya minta nina sekretaris umum kita untuk buat, jadi kamu bisa langsung aku undang supaya gampang juga ngabarin kalo ada informasi2“menjelaskan sambil seperti menahan senyum yang membuat caca tambah malu.
Yaa ampuun cacaaa apaan sih yang ada difikiranmu, aduuh mati deh.
          “oh gitu emm.. bentar ya kak, saya catat dulu“sembari mengambil buku di tasnya dan mencatatnya lalu menyerahkan ke kak jaka
          “ini kak“
          “oke trimakasih ya, hati2 di jalan“
          “iya kak sama2“ jawabnya dengan wajah yang entah bagaimana lgi rupanya karna Harus menahan malu.
          Kak jaka pun langsung menuju motornya, caca masih menatap punggungnya yang beranjak menjauh, entah apa yang mengusik hatinya ia merasa ada rasa yang aneh disitu tapi ia belum bisa memastikannya .
          “yaa ampun ca itu tadi, itu kak jaka kan caa, yaa Allah akhirnya harapaan hamba sudah menemukan titik terang“mengejutkan caca dan caca langsung mengalihkan pandangannya lalu berbalik menatap kiki ia baru sadar tadi meninggalkannya karna berjalan duluan, ternyata kiki telah menatap kak jaka dan dirinya mengobrol dari tadi, hadeeh kiki kiki .
          “titik terang apaan sih, udh ah ayok pulang dah laper ni“
          “ciee ciee iya deh sukses ya buat besok, besok pertemuan ke2 lo ca, ingat semangat “ katanya dengan semangat yang berkobar-kobar, caca seolah2 mengacuhkannya sambil memakai helm dan menaiki motor.
Terkadang caca lucu melihat tingkah sahabatnya itu, entah apa alasannya dia ingin sekali menjodohkannya dengan kk jaka, pantesan dia adalah orang yang paling menentang keras jika ada teman2nya yang lain yang mengeledek caca dengan dika, tapi caca bersyukur punya sahabat seperti itu walaupun sering ngeselin dia tetap sahabat terbaik caca, meski baru 2 tahun sejak kedatangan caca ke kota ini mereka akrab karna ayah mereka adalah partner kerja dan juga satu sekolah saat SMA di Jakarta ayah mereka berdua sangat senang bisa bertemu kembali setelah berapa tahun lamanya, yang ayah caca tau memang pak gito ayahnya kiki bekerja di perusahan yang sama dengannya hanya saja pak gito di cabangnya ya di tanjung pinang ini, perpindahan tugas ayah caca yang awalnya sangat tidak di setujui caca karna harus meninggalkan kenangan di kota kelahirannya itu, tapi itu semua tidak di tunjukkannya di depan orang tuanya ia tak mau menambah beban keduanya lagi, siapa yang menyangka justru karna perpindahan itu bisa kembali menyatukan persahabatan ayahnya dan ayah kiki yang sudah lama tak bertemu hanya sekedar bertukar kabar melalui gelombang udara dengan komunikasi yang sudah canggih, dan membangun persahabatan baru antara kiki dan caca karna keluarga itulah yang pertama berkunjung kerumah mereka saat baru2 pindah di tanah melayu itu, berawal dari perkenalan singkat lalu bertukar no telp mereka langsung merasa akrab satu sama lain kebetulan saat itu caca dipindahkan di sekolah kiki saat itu tsanawiah kelas IX, ada nya kiki membuat pergaulan tidak terlalu slit bagi caca selain wajahnya yang ramah dan mudah bergaul di tambah lagi kiki yang memang memiliki banyak teman membuat caca dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, pelajaran dengan mudah di pahaminya karna caca memang anak yang bisa di bilang cerdas tapi ia tak pernah sekalipun menunjukkan sikap angkuh ataupun sombongnya oleh sebab itu tak ada yang minder berteman dengannya.
          “aku duluan ya ki, hati2 di jalan yaa Assalamualaikum“
          “oke ca, kamu juga hati2 yaa, Waalaikumussalam“
Kami pun pergi keluar dari gerbang sekolah mereka baru benar2 berpisah karna caca belok ke arah kanan dan kiki sebaliknya.

. . .
bersambung 

Komentar

  1. Keren ceritanya
    Ditunggu sambungannya ..

    BalasHapus
  2. insyaAllah dalam waktu dekat di post sambungannya, semoga tidak bosan menunggu :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita tonggak peradaban

Cerminan hatiku

Pantaskah aku bertaubat?