Wanita tonggak peradaban


Wanita, hamba yang dipercaya oleh Allah untuk menjadi pendidik pertama dalam regenerasi manusia, Hebat sekali.


Untuk tugas mulia itu wanita perlu menempah diri dengan ilmu, iman dan takwa. Perkara menumpuk gamis baru itu perkara mudah tapi tidak dengan mengumpulkan ilmu, perlu effort yang lebih, usaha yang gigih.


Wanita haruslah berpendidikan walaupun ujung-ujungnya ke dapur juga, begitu kiranya jawaban yang cukup bijaksana menanggapi pernyataan yang sering merendahkan wanita yang berpendidikan walaupun pada akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga.


Wanita memiliki peran ganda saat ia sudah berperan sebagai istri, karena ia tidak hanya menjadi istri untuk suaminya dan ibu bagi anak-anaknya, bahkan seorang istri juga berperan menjadi koki, guru, dokter, psikolog, serta berbagai profesi lain di dalam keluarganya.


Seorang istri juga harus menjadi seorang teman bicara yang baik, partner yang hebat dalam mengambil keputusan-keputusan biasa hingga yang sangat krusial  dalam rumah tangga, tentunya dengan landasan keilmuan bukan hanya sekedar keegoisan.


Ini semua bukanlah tuntutan bagi seorang wanita, namun beginilah idealnya wanita Islam  sebagaimana yang di contohkan oleh para istri Rasulullah serta para Ashabiyah. Bagaimana Sholihah dan cerdasnya mereka dalam mengurus diri dan rumah tangganya.


Hingga lahirlah dari rahimnya para pejuang-pejuang agama Allah yang tidak hanya kuat fisiknya namun kuat pula iman dan taqwanya.


Sebab itulah dikatakan bahwa jika baik Wanitanya maka baik pula Negaranya


Untuk itu wanita perlu menyempurnakan diri dengan iman dan takwa untuk mengawal ilmu yang dimiliki agar tidak keluar dari syari'atNya.

Berjalanlah di bumi dengan ketentuan dan syari'atNya.


Wanita mulia, muliakanlah dirimu sebagaimana Allah telah memuliakanmu.

Wallahua'alm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerminan hatiku

Pantaskah aku bertaubat?