Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Berproses Lillah

Niat merupakan tolak ukur suatu amalan, adakah ia nya bernilai akhirat atau hanya dunia fana yang hilang dihempas ombak bak buih lautan Dalam berproses seseorang membutuhkan landasan niat yang kuat agar selalu Istiqomah dan tak goyah akibat anggapan, ucapan dan cercaan manusia Toh pada hakikatnya tak ada yang benar-benar tau proses yang sedang kita lakukan, manusia hanya memberi nilai pada apa yang terlihat saja di mata mereka. Saat kita menghadapi kegagalan, mereka hanya tau bahwa kita mungkin kurang keras dalam berusaha, siapa yang peduli sudah berapa banyak resah yang kita rasakan, mata yang tak bisa terpejam karena resah yang tak kunjung meredam, dan air mata yang tumpah saat menangis disepertiga malam memohon untuk selalu dikuatkan Bahkan saat kita berhasil sekalipun, dengan mudahnya manusia memberikan beragam ucapan bagai kata tak bertuan, keberhasilan karena kecurangan? Berhasil karena memang nasibnya saja (Q.S Ar-Ra'd: 11)? Berhasil dengan cara yang tidak seharusn...

Tentang sebuah harapan

Tentang sebuah pengharapan, rasanya kata terbaik untuk disandingkan dengan "pengharapan" adalah "kekecewaan" atas segala harap yang membuat kita lupa bahwa kita adalah makhluk bertuhan. Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata "aku telah merasakan pahitnya kehidupan tapi yang paling pahit adalah berharap kepada manusia" Sering kali harapan membuat kita lupa dan Alfa bahwa sang pembolak balik keadaan adalah pemilik skenario Mega server kehidupan. keyakinan akan itu hanya lah sebatas lisan sementara hati dan perbuatan jauh sekali dari kesemestian. Alhasil kita kembali pulang dengan kekecewaan, kembali tersungkur dalam keterepurukan. Astaghfirullah  Disaat Allah membuka tempat untuk segala doa dan harapan, kita masih saja mempersulit diri dan menyakiti hati dengan menyimpan harap kepada selain-Nya, sementara tak ada jaminan harapan tersebut adalah hal terbaik untuk kita, sedang Allah maha mengetahui apa yang telah dak di...

Pantaskah aku bertaubat?

Apa aku pantas bertaubat? Dosaku terlalu banyak, aku malu pada Allah Maksiatku berulang-ulang, aku permainkan syari'at Islam Ku anggap ringan dosa-dosa kecil Ku anggap ringan meninggalkan sholat Ku buang waktuku dalam kesia-siaan Apakah Allah mau mengampuni dosaku? Lalu Allah menjawab tanyamu dengan kalamnya: ان الله يحب التوابين Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertaubat Begitu tegas Allah nyatakan dalam firman-nya, Allah jadikan ia hamba yang dicintainya dgn satu syarat ia mau bertaubat. Buang keraguan-keraguan, pertanyaan-pertanyaan yang meragukan cinta Allah, itu hanyalah bisikan setan yang tidak rela kau menjadi hamba yang dicintai Allah. Mari sama-sama kembali kepada jalan yang Allah ridhoi, jalan yang Allah berikan keberkahan di dalamnya, sama-sama mengisi waktu dengan memperbanyak amal kebaikan di dalamnya. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mengizinkan kita menempati bagian surga-Nya bersama Rasulullah dan hamba-hamba yang dipenuhi cin...

Belajar ikhlas

Memasuki begitu banyak aktifitas yang menuntut harus diselesaikan. Tak jarang manajemen diri yang kurang ini membuat beberapa aktifitas bertemu dalam satu waktu dan meronta diselesaikan. Bodohnya diri justru lebih mengedepankan mengeluh dari pada mengambil pelajaran dari kesalahan. Kerjasama tim sudah terlupakan kalau sudah ada yang namanya tumpukan beban, emosian. Semakin kesini semakin sadar betapa sulit sekali bekerja dengan sepaket rasa ikhlas. Berat sekali? Iya. Tapi tak bisa menyerah dan jangan sampai menyerah. Meski ikhlas adalah kerja berat yang hanya mampu dilakukan orang-orang hebat. Rasanya diri ini hanya perlu sering berlatih, tak ada yang tidak mungkin jika bersungguh-sungguh. Toh tidak mungkin Allah memerintahkan untuk mengikuti sesuatu yang tak bisa diikuti, bukan kah "laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa" Wahai diri belajarlah lagi memperbaiki niat, belajar bekerja dengan iringan rasa ikhlas, serahkan pada Allah.

Cerminan hatiku

Jahat sekali aku yang mengatakan orang lain jahat Sombong sekali aku yang mengatakan orang lain sombong Riya' sekali aku yang mengatakan orang lain riya' Sok baik sekali aku yang mengatakan orang lain sok baik Apa yang kita ucapkan adalah cerminan dari apa yang hati kita gambarkan, semakin sering menyampaikan kebencian, begitulah hakikat hitamnya hati

Wanita tonggak peradaban

Wanita, hamba yang dipercaya oleh Allah untuk menjadi pendidik pertama dalam regenerasi manusia, Hebat sekali. Untuk tugas mulia itu wanita perlu menempah diri dengan ilmu, iman dan takwa. Perkara menumpuk gamis baru itu perkara mudah tapi tidak dengan mengumpulkan ilmu, perlu effort yang lebih, usaha yang gigih. Wanita haruslah berpendidikan walaupun ujung-ujungnya ke dapur juga, begitu kiranya jawaban yang cukup bijaksana menanggapi pernyataan yang sering merendahkan wanita yang berpendidikan walaupun pada akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Wanita memiliki peran ganda saat ia sudah berperan sebagai istri, karena ia tidak hanya menjadi istri untuk suaminya dan ibu bagi anak-anaknya, bahkan seorang istri juga berperan menjadi koki, guru, dokter, psikolog, serta berbagai profesi lain di dalam keluarganya. Seorang istri juga harus menjadi seorang teman bicara yang baik, partner yang hebat dalam mengambil keputusan-keputusan biasa hingga yang sangat krusial ...

Niatku Lillah?

Niatku Lillah? Rasulullah SAW mengisahkan tiga orang Muslim di hadapan mahkamah Allah SWT kelak. Hadis dari Abu Hurairah yang diriwayatkan  Imam Muslim, An-Nasa'i, Imam Ahmad dan Baihaqy ini meriwayatkan, ada seorang mujahid, seorang alim, dan seorang dermawan. Bukan surga yang diperoleh, justru neraka yang didapat ketiganya.  Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Saat di hari perhitungan, Allah pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid,” ujarnya. Allah ta’ala pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian.”  Mujahid  itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke jahannam. Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan Alquran pada manusia. Seperti orang pertama, All...